Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 25 Januari 2011 -
Baca: Galatia 2:1-10
"hanya kami harus tetap mengingat orang-orang miskin dan memang itulah yang sungguh-sungguh kuusahakan melakukannya." Galatia 2:10
Di dalam Yakobus 1:27 dikatakan, "Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia." Ibadah kita kepada Tuhan tidak hanya cukup terlihat aktif menghadiri kebaktian-kebaktian, terlibat pelayanan di gereja dengan baju seragam yang eyecatching, melalui suara kita yang indah saat memuji-muji Tuhan atau melalui doa-doa yang kita panjatkan dengan bahasa begitu indah sehingga menggetarkan hati setiap orang yang mendengarnya, tetapi ibadah juga merupakan sebuah tindakan kasih kita dalam bentuk nyata. Banyak di antara kita tampak seperti angels saat berada di gereja, tapi sepulang dari ibadah kita cuek dan don't care terhadap orang lain. Kasih kita kepada Tuhan hanya dalam bentuk kata-kata tetapi harus juga dalam perbuatan nyata yang kita tunjukkan kepada saudara kita yang miskin. Inilah kesempatan kita untuk menyatakan kasih.
Banyak anggota jemaat di Gereja kita hidup dalam kekurangan: para janda, atau anak yatim piatu, terlantar dan kesulitan biaya untuk sekolah dan lain-lain. Mereka sangat membutuhkan uluran tangan kasih kita. Inilah yang disampaikan Rasul Paulus kepada jemaat di Galatia agar mereka juga mau memperhatikan dan membantu orang-orang miskin dalam tindakan nyata. Kita harus menyatakan kasih kita kepada Tuhan melalui perbuatan kasih dalam bentuk amal dan sedekah. Firman Tuhan jelas menyatakan bahwa apa yang kita lakukan kepada orang miskin dan berkekurangan adalah bukti bahwa kita mengasihi Tuhan, dan itu sama dengan kita melakukannya untuk Tuhan. Tuhan Yesus berkata, "...sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku." (Matius 25:40, 45).
Ini suatu peringatan bagi orang-orang Kristen yang berlimpah secara materi supaya mereka "...berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi" (1 Timotius 6:18). Ingat, iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati!
"Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu." Amsal 19:17
Tuesday, January 25, 2011
Monday, January 24, 2011
ORANG MUDA YANG TAKUT AKAN TUHAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 24 Januari 2011 -
Baca: Amsal 22:1-16
"Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu." Amsal 22:6
Memperhatikan perkembangan zaman yang pesat saat ini, hampir semua orangtua was-was dengan apa yang mungkin diperbuat anak-anaknya: dengan siapa bergaul, apa yang dikerjakan sepulang sekolah bersama temanya, apa isi inbox di handphonenya, info apa yang di browse saat di warnet; semuanya benar-benar harus menjadi perhatian serius para orangtua. Tidak dapat dipungkiri, anak muda sekarang selalu up date terhadap tren yang ada, positif maupun negatif. Kita harus berhati-hati karena pengaruh pergaulan di luar rumah sangat kuat bagi anak muda. Terutama bagi anak-anak muda Kristen, perhatikan hidupmu dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai engkau terjerumus kepada pergaulan sesat, sebab "Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik." (1 Korintus 15:33), dan masa depanmu dipengaruhi oleh apa yang kaulakukan pada masa muda.
Tuhan ingin agar anak-anak muda tetap berjalan dalam kebenaran. Pergaulan memang dibutuhkan, tetapi mereka harus tetap berada dalam pergaulan yang sehat dan positif. Dengan siapa anak muda bergaul, seperti itulah mereka akan terbentuk. Jika mereka bergaul dengan teman-teman yang cerdas, takut akan Tuhan, rajin beribadah, aktif pelayanan di gereja atau kegiatan positif lainnya seperti olah raga, maka anak muda itu akan menjadi seperti teman-temannya. Sebaliknya, jika anak muda bergaul dengan teman-teman yang punya kebiasaan buruk: merokok, suka bolos, nongkrong tiap malam, bergaul bebas, pemakai narkoba, maka tinggal menunggu waktu saja mereka akan menjadi sama dengan teman-temannya itu. Pengkotbah memperingatkan dengan keras, "Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!" (Pengkotbah 11:9).
Supaya anak-anak muda kita memiliki rasa takut akan Tuhan kita harus menanamkan nilai-nilai kebenaran firman Tuhan sedari kecil, karena firman Tuhan adalah perisai dan filter paling ampuh untuk dapat tetap berada dalam pergaulan positif (baca Mazmur 119:9).
Mengajarkan firman Tuhan dan mengawasi pergaulannya adalah langkah awal membangun masa depan anak muda!
Baca: Amsal 22:1-16
"Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu." Amsal 22:6
Memperhatikan perkembangan zaman yang pesat saat ini, hampir semua orangtua was-was dengan apa yang mungkin diperbuat anak-anaknya: dengan siapa bergaul, apa yang dikerjakan sepulang sekolah bersama temanya, apa isi inbox di handphonenya, info apa yang di browse saat di warnet; semuanya benar-benar harus menjadi perhatian serius para orangtua. Tidak dapat dipungkiri, anak muda sekarang selalu up date terhadap tren yang ada, positif maupun negatif. Kita harus berhati-hati karena pengaruh pergaulan di luar rumah sangat kuat bagi anak muda. Terutama bagi anak-anak muda Kristen, perhatikan hidupmu dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai engkau terjerumus kepada pergaulan sesat, sebab "Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik." (1 Korintus 15:33), dan masa depanmu dipengaruhi oleh apa yang kaulakukan pada masa muda.
Tuhan ingin agar anak-anak muda tetap berjalan dalam kebenaran. Pergaulan memang dibutuhkan, tetapi mereka harus tetap berada dalam pergaulan yang sehat dan positif. Dengan siapa anak muda bergaul, seperti itulah mereka akan terbentuk. Jika mereka bergaul dengan teman-teman yang cerdas, takut akan Tuhan, rajin beribadah, aktif pelayanan di gereja atau kegiatan positif lainnya seperti olah raga, maka anak muda itu akan menjadi seperti teman-temannya. Sebaliknya, jika anak muda bergaul dengan teman-teman yang punya kebiasaan buruk: merokok, suka bolos, nongkrong tiap malam, bergaul bebas, pemakai narkoba, maka tinggal menunggu waktu saja mereka akan menjadi sama dengan teman-temannya itu. Pengkotbah memperingatkan dengan keras, "Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!" (Pengkotbah 11:9).
Supaya anak-anak muda kita memiliki rasa takut akan Tuhan kita harus menanamkan nilai-nilai kebenaran firman Tuhan sedari kecil, karena firman Tuhan adalah perisai dan filter paling ampuh untuk dapat tetap berada dalam pergaulan positif (baca Mazmur 119:9).
Mengajarkan firman Tuhan dan mengawasi pergaulannya adalah langkah awal membangun masa depan anak muda!
Subscribe to:
Comments (Atom)