Monday, March 5, 2012

BERADA DI RUMAH TUHAN (1)

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 5 Maret 2012 - 

Baca:  Mazmur 84:1-13

"Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain;  lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik."  Mazmur 84:11

Perlukah kita pergi ke gereja?  Perlukah kita menyediakan waktu untuk datang beribadah ke gereja setiap hari Minggu?  Ya, tentu saja perlu...  Tapi masih banyak orang Kristen yang mengabaikan jam-jam ibadah dan tidak lagi pergi ke gereja, apalagi kalau misalnya tokonya lagi ramai pembeli, sayang kalau ditutup.  Bagi orang percaya beribadah ke gereja adalah tugas dan kewajiban yang tidak boleh diabaikan dan itu adalah sebuah keharusan.

     Pergi beribadah ke gereja adalah perintah Tuhan dan harus ditaati.  Tertulis:  "Tetapi tempat yang akan dipilih Tuhan, Allahmu, dari segala sukumu sebagai kediaman-Nya untuk menegakkan nama-Nya di sana, tempat itulah harus kamu cari dan ke sanalah harus kamu pergi."  (Ulangan 12:5).  Bila Tuhan memberikan perintah tidak ada alasan bagi kita untuk melanggarnya.  Di dalam gereja Tuhan telah menyediakan berkat-berkat bagi umatNya.  Oleh karena itu firman Tuhan menasihatkan,  "Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat."  (Ibrani 10:25).  Setiap orang percaya yang aktif dan setia beribadah ke gereja adalah orang-orang yang berbahagia karena di dalam rumah Tuhan banyak berkat.  Permazmur berkata,  "Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau."  (Mazmur 84:5).  Ada urapan dan berkat yang dicurahkan Tuhan bagi perhimpunan orang-orang yang berkumpul bersehati di baitNya yang kudus,  "Sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat,..."  (Mazmur 133:3b).

     Adalah rugi besar jika kita malas untuk pergi beribadah ke gereja!  Selain ada berkat-berkat yang melimpah, di rumah Tuhan kita akan beroleh jawaban atas persoalan dan pergumulan yang sedang terjadi dalam kehidupan kita.  Di rumah Tuhan kita bawa beban yang ada dan kita serahkan kepada Dia.  Tuhan berkata,  "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat.  Aku akan memberi kelegaan kepadamu."  (Matius 11:28).

Ketika kita memuji dan mengagungkan nama Tuhan di situlah kita beroleh kekuatan baru dan penghiburan.

Sunday, March 4, 2012

HIDUP TAK BERCACAT CELA DI HADAPAN TUHAN

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 4 Maret 2012 - 

Baca:  Efesus 1:1-14

"Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya."  Efesus 1:4

Setiap hari kita selalu diperhadapkan pada persoalan yaitu bagaimana menyangkal kedagingan kita karena yang menjadi musuh utama kita adalah kedagingan kita sendiri.  Tertulis:  "...roh memang penurut, tetapi daging lemah."  (Matius 26:41b).  Karena itu kita harus berjuang untuk bisa mengalahkan kedagingan kita.  Kita harus tegas:  hidup menyenangkan hati Tuhan atau menyenangkan kedagingan kita.  Kalau kita menyenangkan kedagingan kita, kita akan jatuh ke dalam dosa dan berbagai-bagai pencobaan, tetapi kalau kita menyenangkan hati Tuhan, maka damai sejahtera itu menjadi milik kita.  Mari kita hidup sesuai firmanNya supaya kita berkenan kepada Tuhan dan hati Tuhan disenangkan.

     Alkitab jelas menyatakan bahwa kita ini dipanggil untuk hidup dalam kebenaran.  Kita dipanggil untuk melakukan kebenaran dan memiliki karakter seperti Kristus.  Dengan tegas Alkitab menyatakan,  "Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.  Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu."  (1 Tesalonika 4:7-8).  Berhenti untuk melakukan perbuatan cemar!  Adalah sia-sia ibadah yang kita jalankan jika kita masih berkompromi dengan dosa dan tetap hidup menuruti keinginan duniawi.  Ingat!  Kita sudah diberi segala fasilitas yang baik oleh Tuhan.  Kita dilindungi, dijaga dan dipelihara olehNya, maka tidak ada alasan lagi untuk tidak hidup dalam kesalehan.  Tertulis:  "Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh Pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib."  (2 Petrus 1:3)

     Dengan pertolongan Roh Kudus kita pasti mampu untuk melakukan kebenaran.  Bukankah Tuhan sudah memberikan kepada kita kuasa dan kekuatan untuk bertindak dan Tuhan siap menolong kita dalam berbagai hal sehingga kita tidak akan mudah goyah dan jatuh?  Jadi,  "...hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis:  Kuduslah kamu, sebab Aku kudus."  (1 Petrus 1:15-16).

Tanpa kekudusan kita tidak akan mungkin bisa ikut memerintah bersama dengan Kristus!

Saturday, March 3, 2012

SERUPA DAN SEGAMBAR DENGAN KRISTUS

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 3 Maret 2012 - 

Baca:  Roma 1:1-7

"Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus."  Roma 1:6

Tuhan menciptakan manusia bukan tanpa maksud dan rencana, tetapi kita diciptakan di dalam citra dan rencanaNya.  Kita diciptakan supaya menghasilkan buah, berlipat ganda dan menaklukkan bumi, barulah tujuan hidup manusia di bumi memerintah bersama dengan Kristus tercapai.  Kita dipanggil untuk diselamatkan dan menjadi seperti Kristus.  Orang percaya akan ikut memerintah bersama Kristus.  Karena itu jangan sia-siakan apa yang sudah diberikan Tuhan kepada kita.  Kita dipanggil dan dibenarkan oleh Allah agar kita bisa memerintah bersama dengan Dia.  Tetapi tidak semua orang bisa memerintah bersama dengan Kristus.  Hanya orang-orang yang setia sampai akhirlah yang akan ikut memerintah bersama Kristus.

     Sebagai anak-anak Tuhan kita dipanggil untuk menjadi serupa dan segambar dengan Kristus.  Tuhan Yesus telah memberikan teladan yang sungguh baik kepada kita.  Karena itu setiap orang percaya harus belajar kepadaNya.  Kita harus belajar dari kerendahan hatiNya,  "yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia."  (Filipi 2:6-7).  Tuhan Yesus datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani.  Alkitab menyatakan,  "Barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;"  (Matius 20:26b-27).  Seorang hamba berarti melayani, bukan minta dilayani.  Untuk menjadi serupa dan segambar dengan Kristus kita juga harus belajar dari ketaatanNya kepada kehendak Bapa.  Kristus taat melakukan kehendak Bapa, bahkan Ia taat sampai mati di atas kayu salib.  Meski dipandang hina, dicaci maki dan direndahkan oleh manusia, Tuhan Yesus tidak pernah membalas bahkan mendoakan mereka.

     Bagaimana dengan kita kalau kita dihina, disakiti dan dicaci maki oleh orang lain?  Apakah kita masih marah dan menaruh dendam?  Mampukah kita mengucap syukur atas segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita?

"Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup."  1 Yohanes 2:6