Wednesday, February 27, 2013

ORANG KRISTEN ADALAH GARAM DUNIA

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 27 Februari 2013 -

Baca:  Matius 5:13-16

"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang."  Matius 5:13

Seringkali kita tidak menyadari bahwa sebagai seorang Kristen kehidupan kita selalu menjadi sorotan orang-orang di luar Tuhan.  Rasul Paulus mengatakan,  "Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang."  (2 Korintus 3:2).  Kita ini adalah surat yang terbuka, yang dapat dibaca dan dilihat oleh semua orang.  Itulah sebabnya kita harus berhati-hati dalam menjaga sikap dan perilaku hidup kita sehari-hari.  Jangan sampai kita menjadi batu sandungan bagi mereka atau menjadi buah mulut (negatif) sehingga nama Tuhan tercoreng karena perbuatan kita.  Ayat nas menegaskan bahwa keberadaan kita ini adalah sebagai garam di tengah-tengah dunia.  Apa nilai lebih dari garam sehingga Alkitab menggunakan kata ini untuk mengkiaskan kehidupan orang percaya?

     Dalam Perjanjian Lama garam sudah menjadi bagian dari korban sajian yang dipersembahkan oleh umat kepada Tuhan:  "Dan tiap-tiap persembahanmu yang berupa korban sajian haruslah kaububuhi garam, janganlah kaulalaikan garam perjanjian Allahmu dari korban sajianmu; beserta segala persembahanmu haruslah kaupersembahkan garam."  (Imamat 2:13).  Mengapa setiap korban sajian perlu dibubuhi garam?  Garam perlu ditambahkan di setiap sajian supaya menghasilkan bau yang harum dan sedap, dan kita tahu bahwa persembahan yang harum itu menyenangkan hati Tuhan:  "...kepada persembahan yang harum Aku berkenan kepadamu..."  (Yehezkiel 20:41).  Tuhan menghendaki agar kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan yang berkenan kepadaNya.  Kita adalah garam bagi dunia ini.  Namun perhatikanlah, garam akan bernilai guna jika ia berada pada keadaan aslinya yaitu asin.  Tetapi jika garam itu sudah menjadi tawar, ia tidak akan berguna lagi.

     Hidup yang berkenan kepada Tuhan adalah seperti korban sajian yang dibubuhi garam, suatu kehidupan yang berdampak dan menjadi berkat bagi orang lain.  Oleh karena itu jangan pernah main-main dengan kekristenan Saudara.

Sudahkah hidup kita hasilkan  "...bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa."?  2 Korintus 2:15

1 comment: